
Pengaruh Troli Belanja terhadap Perilaku Pelanggan di Minimarket
Bagaimana trolley belanja mempengaruhi pergerakan pelanggan ydan kapan mereka menghentikan/meninggalkan trolley mereka di dalam minimarket sangat heterogen…
Bagaimana trolley belanja mempengaruhi pergerakan pelanggan ydan kapan mereka menghentikan/meninggalkan trolley mereka di dalam minimarket sangat heterogen. Frekuensi trolley belanja yang diparkir menengahi hubungan antara waktu yang dihabiskan dalam minimarket dan jumlah pembelian. Selain itu, desain minimarket (grid vs freeflow) memiliki efek yang berbeda.
Pengaruh Trolley Belanja terhadap Perilaku Pelanggan di Minimarket
Pertama, frekuensi trolley belanja yang diparkir dipengaruhi oleh jumlah waktu yang dihabiskan di toko dan pada gilirannya memicu frekuensi pembelian. Oleh karena itu, menyediakan ruang di ujung lorong untuk parkir sementara kereta belanja dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dan intensitas pembelian
Kedua, tergantung pada kategori produk yang terlibat, pembeli memarkir gerobak mereka lebih sering atau lebih jarang. Secara umum, sebagian besar pembeli tidak meninggalkan keranjang belanja mereka tanpa pengawasan saat berbelanja bahan makanan umum. Parkir kereta belanja di supermarket, bagaimanapun, menjadi jauh lebih sering dan lebih lama ketika konsumen berbelanja buah & sayuran dan daging & sosis di departemen tersebut. Rata-rata pembeli memarkir troli belanja mereka sekitar 10% dari waktu yang mereka habiskan untuk berbelanja.
Ketiga, hasil di sini juga menggarisbawahi pentingnya merancang tata letak toko dengan hati-hati karena menjadi aspek penting yang dapat menyebabkan pembelian lebih spontan (impuls buying). Sekitar 50% pembeli di toko dengan layout grid tidak pernah meninggalkan trolley belanja mereka tanpa pengawasan, sedangkan 75% pembeli melakukannya di toko dengan layout free flow.

Layout grid yaitu penataan rak gondola secara berlajur yang terdiri atas lorong-lorong untuk meletakkan barang atau produk yang berdasarkan group ataupun sub group. Pola ini banyak diterapkan pada minimarket, supermarket ataupun hypermarket. Dengan pola ini diharapkan barang atau produk bisa dipajang lebih banyak, tapi cukup untuk memberikan keleluasaan bagi konsumen yang hilir mudik.
Layout free flow yaitu penataan barang secara mengelompok dengan pola yang memudahkan konsumen untuk hilir mudik dan memberikan kebebasan kepada konsumen untuk melihat kelompok-kelompok barang atau produk. Hal yang diharapkan pada pola ini ialah pembelian secara spontan (impulse buying), dapat memberikan lebih banyak pilihan barang (produk) dari satu tempat ke tempat lain, dan dapat memberikan kesan yang bersahabat.
Pengecer harus memberikan lebih banyak ‘insentif’ kepada pelanggan mereka untuk meningkatkan lalu lintas toko di pusat minimarket, yang dapat menjadi “zona mati” jika tidak dilakukan. Zona seperti itu bisa menjadi lebih bermasalah karena berbagai produk yang relevan di sana termasuk produk dengan margin tinggi.
Terakhir, dalam hal perilaku belanja di dalam toko, hasil penelitian ini lebih menekankan bahwa supermarket tidak boleh diperlakukan sebagai lingkungan yang homogen, karena perilaku konsumen sangat berbeda untuk berbagai departemen, dan dengan demikian strategi ritel dimaksudkan untuk mempengaruhi perilaku belanja tertentu harus disesuaikan dengan departemen tertentu. Layout grid akan sesuai untuk produk kebutuhan umum, sedangkan layout free flow sesuai untuk produk fresh seperti buah dan sayur, frozen food, atau daging.
Butuh Troli Belanja untuk toko Anda?
Lihat pilihan ukuran, spesifikasi, dan harga Troli Belanja dari Sentra Rak, atau konsultasikan kebutuhan dan layout toko Anda langsung dengan tim kami.
Lihat Troli Belanja & HargaKonsultasi Gratis
Sorry, the comment form is closed at this time.