
9 Manipulasi Rak Toko Yang Membuat Konsumen Menghabiskan Banyak Uang
Pengunjung mengira pengaturan barang di rak toko kita kacau, padahal perencanaan matang telah dilakukan untuk membuat mereka berbelanja lebih
Saat seorang pelanggan Anda sedang terburu-buru dan hanya ingin mengambil beberapa telur dan susu dari rak toko, tetapi kita telah meletakkan telur dan susu secara ‘tersembunyi’ di rak tepi dari area toko. Mereka semua akan bertanya-tanya tentang pengaturan barang yang tampaknya kacau di toko kita.
Tetapi kita tahu kekacauan yang mereka kira ini sebenarnya adalah manipulasi yang telah kita lakukan untuk mereka dengan sebuah perencanaan yang matang demi tujuan utama yaitu untuk membuat mereka berbelanja lebih banyak barang, dan menghabiskan lebih banyak uang.
Dalam artikel ini, mari kita lihat beberapa trik cerdik yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan penjualan.
1. Membingungkan pelanggan dengan sengaja.
Beberapa barang komplementer (barang yang penggunaannya saling melengkapi/ digunakan bersamaan dengan barang lain) yang biasanya kita letakkan secara berdekatan di rak toko, kali ini kita jauhkan letaknya. Tujuannya agar pengunjung mencari produk pelengkapnya dengan berjalan-jalan antara rak-rak toko dengan harapan pembelian impulsif (pembelian yang tidak direncanakan ) akan terjadi lebih besar saat mereka melewati barang-barang lainya di lorong.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Marketing Science Institute, 68% pembeli yang mengunjungi lebih banyak lorong melakukan pembelian yang tidak direncanakan 51% dibandingkan dengan mereka yang mengunjungi lebih sedikit.
2. “Charm Pricing ” adalah trik nyata.
Charm pricing adalah strategi dalam menentukan harga psikologis yang melibatkan angka “9”, “99”, atau “999”. Dengan menggunakan charm pricing, maka harga yang sudah bulat akan diturunkan 1 rupiah yang akhirnya membuat calon pelanggan tertarik dan merasa bahwa harga tersebut lebih murah. Sebagai contoh, jika kita memiliki produk seharga Rp 20.000, dengan menggunakan charm pricing maka harga yang akan diberikan untuk produk tersebut menjadi Rp 19.999.
Alam bawah sadar akan melihat harga tersebut dan berpikir bahwa harganya di bawah angka bulat, dan mereka akan menghemat uang. Fenomena ini dikenal sebagai ‘”efek digit kiri.” Dan penelitian menunjukkan bahwa “charm pricing” bekerja, baik, seperti sihir.
3. Item dengan keuntungan tinggi ditempatkan di eye level.

Penataan produk di rak toko dengan menerapkan konsep eye level, yaitu menempatkan produk yang mahal dan bermargin tinggi pada ketinggian yang mudah dilihat dan mudah diraih. Dan sebaliknya, kita menempatkan produk dengan harga lebih murah di tempat yang sulit dijangkau, yaitu di bagian paling atas atau paling bawah dari rak toko.
Dan seperti halnya orang dewasa, barang-barang untuk anak-anak ditempatkan setinggi mata mereka. Jadi mereka akan menemukan produk di rak toko yang kita harapkan akan memberikan keuntungan terbanyak.
4. Trolley belanja besar

Sebuah studi menemukan bahwa menggandakan ukuran keranjang / troli belanja mengakibatkan pelanggan membeli 40% lebih banyak. Alam bawah sadar mereka akan berpikir untuk membeli sesuatu ‘lagi’ dari rak toko karena keranjang belanja yang terlihat masih kosong.
5. Musik mempengaruhi pola pembelian.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal, Procedia Economics and Finance, menemukan bahwa musik latar yang menyenangkan meningkatkan kemungkinan pembeli akan menghabiskan lebih banyak waktu dan uang di toko. Supermarket juga lebih suka memainkan musik dengan ketukan lambat agar Anda merasa lebih rileks dan bergerak perlahan. Studi menemukan bahwa bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat membuat pelanggan melakukan pembelian 29% lebih banyak.
6. Menempatkan produk susu dan telur jauh dari pintu masuk
Susu dan telur adalah 2 kategori toko bahan makanan yang paling populer, dan mereka selalu terletak jauh dari pintu masuk toko. Ini karena toko ingin Anda berjalan melewati beberapa barang lain juga, bahkan jika Anda hanya datang untuk membeli kebutuhan pokok.
7. Bermain dengan indera

Aroma makanan panggang segar dan produk makanan lezat lainnya membuat pengunjung merasa lapar. Ini menggoda ereka untuk membeli lebih banyak makanan daripada yang seharusnya. Juga, buah-buahan dan sayuran segar biasanya disimpan di dekat pintu masuk. Warna-warna cerah dikombinasikan dengan aroma memaksa mereka untuk melakukan pembelian impulsif.
8. Menyempitkan gang dan jalur checkout

Walaupun Anda memiliki toko yang sangat besar, tetapi buatlah Lorong antara rak gondola toko menjadi optimal untuk memperlambat laju troli belanja pelanggan namun cukup nyaman bagi mereka untuk melaluinya. Lorong yang sengaja dibuat lebih sempit untuk memperlambat kecepatan berjalan pelanggan sehingga mereka akhirnya membeli lebih banyak barang secara impulsif.
Mempersempit jalur checkout juga kita lakukan sehingga jika saat membongkar, customer menemukan bahwa ada sesuatu yang mereka ambil secara impulsif, akan sulit bagi mereka untuk berubah pikiran.
9. Menempatkan ubin lantai yang lebih kecil di bagian produk bermargin tinggi

Ubin yang lebih kecil membuat roda keranjang belanja mengeluarkan suara “klik-klak” yang lebih keras yang secara tidak sadar memaksa pembeli untuk memperlambat. Dan seperti yang telah kita pelajari, kecepatan berjalan yang lebih lambat berarti lebih banyak pembelian!
Sentra Rak menjual rak gondola dan telah dipercaya oleh beberapa perusahaan ritel besar di Indonesia untuk mendukung ekspansi bisnis mereka di seluruh kepulauan Indonesia.
Temukan kami di
Sumber : Brightside
Butuh Rak Minimarket untuk toko Anda?
Lihat pilihan ukuran, spesifikasi, dan harga Rak Minimarket dari Sentra Rak, atau konsultasikan kebutuhan dan layout toko Anda langsung dengan tim kami.
Lihat Rak Minimarket & HargaKonsultasi Gratis


Sorry, the comment form is closed at this time.